SERBA-SERBI BREVET PAJAK: INI PERBEDAAN LEVEL BREVET A, B, DAN C SERTA MANFAATNYA
Halo, Rekan Akuntanmu!
Pernah dengar istilah kursus atau pelatihan brevet pajak?
Kata-kata brevet pajak mungkin sering kalian temukan pada instansi-instansi yang bergerak di bidang perpajakan. Brevet Pajak merupakan kegiatan pelatihan atau kursus perpajakan dengan beberapa level atau tingkatan yang berbeda. Pelatihan atau kursus perpajakan ini dapat dilakukan dengan atau tanpa pengaplikasian software pajak. Meski disebut kursus, nyatanya untuk mendapatkan sertifikat brevet tidak semudah itu. Peserta harus mengikuti pelatihan berdasarkan kurikulum yang ada dan tentunya ujian-ujian terkait. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan brevet ini lah yang baru akan mendapatkan sertifikat.
Sertifikat brevet pajak dianggap sebagai salah satu sertifikasi yang terpercaya, karena penyelenggara pelatihan ini tidak boleh sembarangan. Penyelenggara wajib memiliki izin resmi dan menjadi anggota Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin dalam menyelenggarakan pelatihan brevet pajak.
Siapa saja yang bisa ikut pelatihan Brevet Pajak?
Pelatihan brevet pajak terbuka untuk umum. Hal ini berarti, siapapun dapat mendaftar pada pelatihan ini karena tujuan pelatihan brevet pajak adalah memberikan ilmu perpajakan yang perlu diketahui oleh seluruh wajib pajak. Secara umum, pelatihan ini banyak diikuti oleh mahasiswa perpajakan, pekerja di bidang akuntansi dan keuangan serta pegiat pajak.
Dimana tempat ikut pelatihan Brevet Pajak?
Tempat penyedia pelatihan brevet pajak dapat dijumpai di kampus-kampus atau lembaga-lembaga kursus penyelenggara kegiatan pelatihan perpajakan. Penyelanggara pelatihan brevet pajak harus memiliki izin dalam menyelenggarakan kegiatan pelatihannya.
Apa saja level Brevet Pajak?
- Brevet Tingkat A (Brevet A)
Brevet A merupakan level atau tingkatan paling dasar dalam brevet pajak. Brevet pajak tingkat A berisi hal-hal mendasar tentang perpajakan, sehingga paling banyak digunakan oleh semua kalangan pekerja.
Materi yang tercakup dalam Brevet A yaitu sebagai berikut:
- Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP)
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
- Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
- Bea Meterai
- Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Pasal 21
- Brevet Tingkat B (Brevet B)
Brevet B merupakan level pelatihan perpajakan dengan pembahasan hal dasar sampai menengah. Sehingga dapat dikatakan bahwa Brevet B masih terhubung erat dengan Brevet A. Tak jarang banyak sekali penyelenggara pelatihan brevet pajak yang langsung menggabungkan kedua tingkatan ini menjadi Brevet AB.
Materi yang tercakup dalam Brevet B yaitu sebagai berikut:
- Pemotongan dan Pemungutan PPh
- Pajak Penghasilan (PPh) Badan
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)
- Pengisian SPT PPN dan PPh Elektronik
- Akuntansi Pajak
- Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak
- Brevet Tingkat C (Brevet C).
Brevet C adalah tingkatan atau level brevet paling tinggi dan merupakan lanjutan dari Brevet AB. Materi yang dicakup pada level ini pun luas. Tak hanya domestik, namun juga pengetahuan perpajakan tingkat internasional sehingga pembahasannya pun lebih sering menggunakan bahasa asing. Untuk bisa mengikuti pelatihan ini, diperlukan sertifikat Brevet A dan B terlebih dahulu. Namun terdapat pengecualian jika peserta pelatihan memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi atau perekonomian, maka diperbolehkan langsung mengikuti pelatihan Brevet C ini.
Materi yang tercakup dalam Brevet C yaitu sebagai berikut:
- Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi dan Badan
- Pajak Internasional
- Pajak Internasional Perbankan
- Akuntansi Perpajakan
- Tax Planning
Apa manfaat mengikuti pelatihan Brevet Pajak?
- Secara umum, pelatihan brevet akan memperdalam ilmu perpajakan sehingga akan sangat membantu dalam pelaporan pajak terlebih Indonesia menganut asas self-assesment. Selain itu juga dapat membantu kita dalam menyusun tax planning secara mandiri
- Bagi wajib pajak, dapat bermanfaat dalam pemahaman secara teknis mengenai perencanaan, pelaporan, dan perhitungan pajak
- Bagi fresh graduate, pelatihan brevet akan menjadi tambahan pengalaman yang dapat diperhitungkan saat melamar pekerjaan. Selain itu, sertifikat kelulusan brevet juga dapat digunakan sebagai lampiran pendukung saat melamar pekerjaan
- Bagi konsultan, dapat bermanfaat sebagai bekal persiapan jika ingin mengambil Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP)
- Bagi pekerja, sertifikat brevet dapat dimanfaatkan untuk menunjang karir, terlebih bagi pekerja di bidang perpajakan
