Berapakah Tarif Yang Dikenakan Untuk PPnBM?
Halo rekan akuntanmu
Diseri kali ini saya akan membahas tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Apa yang dimaksud PPnBM?
Menurut pasal 1 pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 5 /PMK.010/2022 PPnBM adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang PPN.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah pasal 5:
1. Di samping pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), dikenai juga Pajak Penjualan atas Barang Mewah terhadap:
- penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh pengusaha yang menghasilkan barang tersebut di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya; dan
- impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.
2. Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikenakan hanya 1 (satu) kali pada waktu penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha yang menghasilkan atau pada waktu impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.
Dikatakan pada pasal 8 bahwa tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah ditetapkan paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 200% (dua ratus persen) dan untuk Ekspor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah dikenai pajak dengan tarif 0% (nol persen).
Yang dimaksud dengan “Barang Kena Pajak yang tergolong mewah” adalah:
1. barang yang bukan merupakan barang kebutuhan pokok;
2. barang yang dikonsumsi oleh masyarakat tertentu;
3. barang yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi; dan/atau
4. barang yang dikonsumsi untuk menunjukkan status.
Pada penjelasan atas Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 yang dimaksud Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak yang tergolong mewah di dalam Daerah Pabean. Oleh karena itu, Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang diekspor atau dikonsumsi di luar Daerah Pabean dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif 0% (nol persen). Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang telah dibayar atas perolehan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang diekspor tersebut dapat diminta kembali.
Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikelompokkan menjadi 2, yaitu tarif untuk kendaraan bermotor dan selain kendaraan bermotor.
Peraturan mengenai tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 141/PMK.010/2021 Tentang Penetapan Jenis Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Dan Tata Cara Pengenaan, Pemberian Dan Penatausahaan Pembebasan, Dan Pengembalian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Pada peraturan tersebut terdapat penetapan jenis kendaraaan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah, yaitu sebagai berikut:
A. Jenis Kendaraan Bermotor Angkutan Orang Untuk Pengangkutan Kurang Dari 10 (Sepuluh) Orang Termasuk Pengemudi yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
|
No. |
Uraian Barang |
Kapasitas Mesin |
Konsumsi Bahan Bakar |
Tingkat Emisi CO2 |
Tarif PPnBM |
|
1 |
Kendaraan bermotor dengan mesin piston pembakaran dalam bolak-balik cetus api dengan kapasitas silinder tidak melebihi 3.000 cc, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembakaran dalam bolak balik cetus api dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
≤ 3000 cc |
>15,5 km/liter |
< 150 gram/km |
15% |
|
>11,5 s.d. 15,5 km/liter |
150 s.d. 200 gram/km |
20% |
|||
|
>9,3 s.d. 11,5 km/liter |
>200 s.d. 250 gram/km |
25% |
|||
|
<9,3 km/liter |
>250 gram/km |
40% |
|||
|
2 |
Kendaraan bermotor dengan mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dengan kapasitas silinder tidak melebihi 3.000 cc, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
≤ 3000 cc |
>17,5 km/liter |
<150 gram/km |
15% |
|
>13,0 s.d. 17,5 km/liter |
150 s.d. 200 gram/km |
20% |
|||
|
>10,5 s.d. 13,0 km/liter |
>200 s.d. 250 gram/km |
25% |
|||
|
>10,5 km/liter |
>250 gram/km |
40% |
|||
|
3 |
Kendaraan bermotor dengan mesin piston pembakaran dalam bolak-balik cetus api dengan kapasitas silinder melebihi 3.000 cc tetapi tidak melebihi 4000 cc, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembukaan dalam bentuk bolak balik cetus api dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
>3000 s.d. ≤ 4000 cc |
>15,5 km/liter |
<150 gram/km |
40% |
|
>11,5 s.d. 15,5 km/liter |
150 s.d. 200 gram/km |
50% |
|||
|
>9,3 s.d. 11,5 km/liter |
>200 s.d. 250 gram/km |
60% |
|||
|
<9,3 km/liter |
>250 gram/km |
70% |
|||
|
4 |
Kendaraan bermotor dengan mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dengan kapasitas silinder melebihi 3.000 cc tetapi tidak melebihi 4000 cc, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
>3000 s.d. ≤ 4000 cc |
>17,5 km/liter |
<150 gram/km |
40% |
|
>13,0 s.d. 17,5 km/liter |
150 s.d. 200 gram/km |
50% |
|||
|
>10,5 s.d. 13,0 km/liter |
>200 s.d. 250 gram/km |
60% |
|||
|
>10,5 km/liter |
>250 gram/km |
70% |
|||
|
5 |
Kendaraan bermotor hanya dengan motor listrik untuk penggerak |
- |
- |
- |
15% |
B. Jenis Kendaraan Bermotor Angkutan Orang Untuk Pengangkutan Mulai Dari 10 (Sepuluh) Orang Sampai Dengan 15 (Lima Belas) Orang Termasuk Pengemudi yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
|
No. |
Uraian Barang |
Kapasitas Mesin |
Konsumsi Bahan Bakar |
Tingkat Emisi CO2 |
Tarif PPnBM |
|
1 |
Kendaraan bermotor dengan mesin piston pembakaran dalam bolak-balik cetus api, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembakaran dalam bolak balik cetus api dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
≤ 3000 cc |
>11,6 km/liter |
<200 gram/km |
15% |
|
<= 11,6 km/liter |
>= 200 gram/km |
20% |
|||
|
>3000 s.d. ≤ 4000 cc |
>11,6 km/liter |
<200 gram/km |
25% |
||
|
<= 11,6 km/liter |
>=200 gram/km |
30% |
|||
|
2 |
Kendaraan bermotor dengan mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel), termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
≤ 3000 cc |
>13,1 km/liter |
<200 gram/km |
15% |
|
<=13,1 km/liter |
>= 200 gram/km |
20% |
|||
|
>3000 s.d. ≤ 4000 cc |
>13,1 km/liter |
<200 gram/km |
25% |
||
|
<= 13,1 km/liter |
>= 200 gram/km |
30% |
|||
|
3 |
Kendaraan bermotor hanya dengan motor listrik untuk penggerak |
- |
- |
- |
15% |
C. Jenis Kendaraan Bermotor Dengan Kabin Ganda yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
|
No. |
Uraian Barang |
Kapasitas Mesin |
Konsumsi Bahan Bakar |
Tingkat emisi CO2 |
Tarif PPnBM |
|
1 |
Kendaraan bermotor dengan kabin ganda dengan mesin piston pembakaran dalam cetus api, gvw tidak melbihi 5 t, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
≤ 3000 cc |
>15,5 km/liter |
<150 gram/km |
10% |
|
11,6-15,5 km/liter |
150-200 gram/km |
12% |
|||
|
>15,5 km/liter |
>= 200 gram/km |
15% |
|||
|
>3000 s.d. ≤ 4000 cc |
>15,5 km/liter |
<150 gram/km |
20% |
||
|
11,6-15,5 km/liter |
150-200 gram/km |
25% |
|||
|
<= 11,6 km/liter |
>= 200 gram/km |
30% |
|||
|
2 |
Kendaraan bermotor dengan kabin ganda dengan mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi diesel), gvw tidak melbihi 5 t, termasuk kendaraan hybrid (kendaraan bermotor dengan kedua mesin piston pembakaran dalam nyala kompresi (diesel atau semi-diesel) dan motor listrik sebagai motor untuk penggerak) |
≤ 3000 cc |
>17,5 km/liter |
<150 gram/km |
10% |
|
13,1-15,5 km/liter |
150-200 gram/km |
12% |
|||
|
<= 13,1 km/liter |
>=200 gram/km |
15% |
|||
|
>3000 s.d. ≤ 4000 cc |
>17,5 km/liter |
<150 gram/km |
20% |
||
|
13,1-15,5 km/liter |
150-200 gram/km |
25% |
|||
|
<= 13,1 km/liter |
>= 200 gram/km |
30% |
|||
|
3 |
Kendaraan bermotor dengan kabin ganda hanya dengan motor listrik untuk penggerak, gvw tidak melebiohi 5 t |
- |
- |
- |
10% |
D. Jenis Kendaraan Bermotor Lainnya yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
|
No. |
Uraian Barang |
Tarif PPnBM |
|
1 |
Mobil golf (termasuk golf buggy) dan kendaraan semacam itu |
50% |
|
2 |
Kendaraan Khusus yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, atau kendaraan sejenis |
60% |
|
3 |
Kendaraan bermotor beroda 2 (dua) atau 3 (tiga) dengan mesin piston pembakaran dalam bolak-balik dengan kapasitas silinder melebihi 250 (dua ratus lima puluh) cc tetpi tidak melebihi 500 (lima ratus) cc |
60% |
|
4 |
Kendaraan bermotor beroda 2 (dua) atau 3 (tiga) dengan mesin piston pembakaran dalam bolak-balik dengan kapasitas silinder melebihi 500 (lima ratus) cc |
95% |
|
5 |
Trailer, semi-trailer dari tipe caravan, untuk perumahan atau kemah |
95% |
|
6 |
Kendaraan bermotor dengan kapasitas isi silinder lebih dari 4.000 (empat ribu) cc |
95% |
Peraturan mengenai tarif PPnBM untuk selain kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2020 Tentang Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Tarifnya adalah sebagai berikut:
|
Tarif |
Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah |
|
20% |
kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, totan house, dan sejenisnya. |
|
40% |
kelompok balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa tenaga penggerak; dan |
|
kelompok peluru senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara. |
|
|
50% |
kelompok pesawat udara selain yang disebut sebagaimana dimaksud pada ayat (3), kecuali untuk keperluan negara atau angkutan udara niaga; dan |
|
kelompok senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara. |
|
|
75% |
kapal pesiar, kapal ekskursi, dan kendaraan air semacam itu terutama dirancang untuk pengangkutan orang, kapal feri dari semua jenis, kecuali untuk kepentingan negara atau angkutan umum; dan |
|
yacht, kecuali untuk kepentingan negara, angkutan umum, atau usaha pariwisata. |
Itulah pembahasan mengenai PPnBM
Sampai bertemu diseri lainnya ya
