REKONSILIASI BANK

Nurmalasari

Hello, Rekan Akuntamu!

Kali ini kita akan membahas topik yang sangat penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan, yaitu rekonsiliasi bank. Proses ini sering dianggap sebagai tugas rutin, namun memiliki peran yang krusial dalam memastikan keakuratan laporan keuangan. Ayo, mari kita telusuri lebih dalam mengenai apa itu rekonsiliasi bank!

 

Apa itu Rekonsiliasi Bank?

Rekonsiliasi bank adalah proses yang dilakukan untuk mencocokkan saldo antara catatan kas perusahaan dengan catatan yang ada di bank. Tujuan utama dari rekonsiliasi bank adalah untuk memastikan bahwa kedua catatan tersebut sesuai atau menemukan perbedaan yang harus diselesaikan. Dengan proses ini, perusahaan dapat memastikan bahwa saldo kas yang tercatat di buku besar sesuai dengan saldo yang tercatat di bank.

 

Rekonsiliasi bank tidak hanya penting untuk memastikan akurasi catatan keuangan, tetapi juga berfungsi untuk mengontrol arus kas perusahaan dengan lebih baik. Setiap transaksi penerimaan dan pembayaran yang dilakukan secara tunai perlu dipastikan apakah sudah tercatat dengan benar oleh bank maupun perusahaan.

 

 

KOMPONEN REKONSILIASI BANK

  1. Deposit in Transit

Deposit in transit adalah uang yang sudah diterima oleh perusahaan tetapi belum disetorkan ke bank, sehingga belum tercatat oleh bank. Biasanya, ini terjadi karena setoran pada akhir bulan yang baru diterima oleh bank pada bulan berikutnya. Perusahaan sudah mencatatnya sebagai pengeluaran, namun bank belum mencatat transaksi tersebut.

 

  1. Outstanding Check

Outstanding check adalah cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan oleh penerima cek. Jika cek belum dicairkan, maka bank tidak bisa mencatatnya di laporan mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan rekonsiliasi agar saldo bank dan perusahaan bisa selaras.

 

  1. Jasa Giro

Jasa giro adalah bunga yang diberikan oleh bank dan sudah dicatat pemberi bunga kepada nasabah oleh bank, tetapi Perusahaan belum mencatat transaksi tersebut.

 

  1. Non Sufficient Fund (NSF) Check

Cek kosong adalah cek yang tidak dapat dicairkan karena dana yang tidak mencukupi. Cek ini dapat menyebabkan perbedaan saldo antara catatan perusahaan dan bank. Meskipun perusahaan telah mencatatnya sebagai pengeluaran, bank belum bisa mencairkan dananya. Oleh karena itu, rekonsiliasi diperlukan untuk memperbaiki perbedaan tersebut.

 

  1. Piutang Wesel

Piutang wesel biasanya dicatat oleh bank sebagai penerimaan yang belum dicatat oleh perusahaan. Hal ini menyebabkan perbedaan antara saldo kas yang tercatat oleh perusahaan dan yang tercatat oleh bank. Perusahaan perlu mencatat piutang wesel yang belum tercatat untuk menyeimbangkan laporan keuangan mereka.

 

Attention!!!

Factor-faktor lain yang menyebabkan perbedaan jumlah saldo lainnya juga dikarenakan memang adanya human error yaitu kesalahan pencatatan antara dua pihak, sehingga butuh direkonsiliasi.

 

 

Baca juga: Memahami Rekonsiliasi Bank Dalam Akuntansi - News Akuntanmu

Nurmalasari

Undergraduate of Accounting Business Digital at Lampung State Polytechnic