4 Akun Jurnal Penutup Yang Wajib Dibuat Saat Menyusun Laporan Keuangan!
Hello Rekan Akuntanmu!
Sudah tahu belum kalau jurnal penutup itu salah satu bagian penting dalam penyusunan laporan keuangan? Biar nggak bingung, kita bakal bahas secara singkat dan asyik kenapa jurnal penutup itu wajib, dan akun apa saja yang harus ditutup. Yuk, simak!
Kenapa Kita Wajib Buat Jurnal Penutup ya?
Jurnal penutup adalah salah satu proses pembuatan laporan keuangan yang disusun pada akhir periode akuntansi sebuah perusahaan yang bertujuan untuk menutup akun nominal/sementara pada periode akuntansi tersebut.
Akun saldo tersebut akan menjadi nol pada awal periode berikutnya karena penutupan ini sehingga transaksi akun nominal pada periode akuntansi berikutnya tidak tercampur dengan periode-periode sebelumnya.
Akun-akun yang Perlu Ditutup:
- Akun nominal sementara terdiri dari pendapatan dan beban
- Akun Pembantu Modal terdiri dari Prive/Dividen dan Ikhtisar Laba/Rugi
Fungsi dari Jurnal Penutup
- Memisahkan saldo akun pendapatan dan beban per periode akuntansi
- Menutup saldo semua akun nominal/sementara, sehingga saldo awal akun tersebut menjadi 0 pada periode berikutnya
- Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dapat menggambarkan nilai modal dan saldo sesuai dengan keadaan pada akhir periode akuntansi
- Saldo akun pada Laporan Posisi keuangan (neraca) setelah dilakukan penutupan buku dapat digunakan sebagai saldo awal periode berikutnya.
Akun-akun Jurnal Penutup
- Akun Pendapatan
Cr. Ikhtisar Laba/Rugi xxxx
- Akun Beban
Dr. Ikhtisar Laba/Rugi xxxx
Cr. Beban xxxx
- Ikhtisar Laba/Rugi
Apabila Untung:
Dr. Ikhtisar Laba/Rugi xxxx
Cr. Saldo laba xxxx
Apabila Rugi:
Dr. Saldo Laba xxxx
Cr. Ikhtisar Laba/Rugi xxxx
- Akun Prive/Dividen
Dr. Saldo Laba xxxx
Cr. Prive / Dividen xxxx
Jurnal Pencatatan Pajak Penghasilan Badan:
Dr. Beban Pajak PPh Badan xxxx
Cr. Pajak Dibayar Dimuka 22 xxxx
Cr. Pajak Dibayar Dimuka 23 xxxx
Cr. Pajak Dibayar Dimuka 25 xxxx
Cr. Utang Pajak PPh 29 xxxx
Jurnal penutup itu penting banget untuk memastikan laporan keuangan kamu rapi dan nggak tercampur dengan periode sebelumnya. Ada empat akun utama yang harus ditutup: akun pendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, dan prive/dividen. Dengan langkah ini, laporan keuanganmu jadi lebih jelas, dan siap untuk periode berikutnya!
Nah, sudah paham kan sekarang? Jangan lupa untuk buat jurnal penutup ini setiap akhir periode akuntansi ya!
