Pengertian dan Contoh Metode Penyusutan Akuntansi
Halo rekan akuntanmu
Kali ini saya ingin sharing mengenai metode penyusutan akuntansi. Sebelumnya, apabila rekan belum mengetahui tentang apa itu penyusutan, rekan dapat membaca disini.
Dalam akuntansi, untuk menghitung penyusutan, ada beberapa metode perhitungan yang dapat digunakan. Metode-metode tersebut adalah sebagai berikut.
Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Metode garis lurus merupakan cara perhitungan penyusutan dengan mengalokaskan biaya sesuai dengan berlalunya waktu dan mengakui pembebanan periodik dengan sama sepanjang umur aset. Metode ini menganggap bahwa aset yang digunakan akan memberikan manfaat yang sama di tiap periodenya. Pembebanan biayanya tidak dipengaruhi oleh perubahan produktivitas aset. Estimasi umur ekonomis dalam metode garis lurus dibuat dalam periode bulanan ataupun tahunan. Perhitungan dengan metode garis lurus menggunakan rumus sebagai berikut.
Rumus = (Harga Perolehan - Estimasi Nilai Residu) : Estimasi Masa Manfaat
Contoh kasus
PT XYZ membeli sebuah mesin pabrik dengan harga senilai Rp. 50.000.000. mesin tersebut memiliki estimasi masa manfaat selama 9 tahun dan nilai residu sebesar Rp. 5.000.000. Maka perhitungan penyusutan menggunakan metode garis lurus adalah sebagai berikut.
Penyusutan = (Rp. 50.000.000 - Rp. 5.000.000) : 9 Tahun
= Rp. 5.000.000
Jadi, beban penyusutan mesin setiap tahunnya sama sebesar Rp. 5.000.000
Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Balance Method)
Metode saldo menurun ganda merupakan cara perhitungan penyusutan yang dipercepat. Mengapa disebut dipercepat? Karena penyusutan yang dihitung menggunakan metode saldo menurun ganda mengakui aset selama beberapa tahun pertama masa manfaatnya. Dibandingkan dengan metode garis lurus, metode saldo menurun ganda membebankan penyusutan aset menjadi lebih tinggi di tahun-tahun awal masa manfaatnya. Dan di tahun-tahun selanjutnya beban penyusutan akan semakin menurun.
Contoh kasus
PT XXX membeli peralatan kantor dengan harga sebesar Rp. 10.000.000. peralatan tersebut di estimasikan memiliki masa manfaat selama 5 tahun. Maka perhitungan penyusutan apabila menggunakan metode saldo menurun ganda adalah sebagai berikut.
Karena masa manfaat nya 5 tahun maka rumus tarif penyusutannya menjadi
= (100% : 5) x 2
= 40%
Maka penyusutan setiap tahunnya menjadi
Tahun ke-1 = 40% x Rp. 10.000.000 = Rp. 4.000.000
Tahun ke-2 = 40% x (Rp. 10.000.000 - Rp. 4.000.000) = Rp. 2.400.000
Tahun ke-3 = 40% x (Rp. 10.000.000 - Rp. 4.000.000 - Rp. 2.400.000) = Rp. 1.440.000
Tahun ke-4 = 40% x (Rp. 10.000.000 - Rp. 4.000.000 - Rp. 2.400.000 - Rp. 1.440.000) = Rp. 864.000
Tahun ke-5 = 40% x (Rp. 10.000.000 - Rp. 4.000.000 - Rp. 2.400.000 - Rp. 1.440.000 - Rp. 864.000 = Rp. 518.400
|
Tahun Ke- |
Penyusutan
|
Akum. Penyusutan |
Nilai Buku (Harga Perolehan-Penyusutan) |
|
1 |
Rp. 4.000.000 |
Rp. 4.000.000 |
Rp. 6.000.000 |
|
2 |
Rp. 2.400.000 |
Rp. 6.400.000 |
Rp. 3.600.000 |
|
3 |
Rp. 1.440.000 |
Rp. 7.840.000 |
Rp. 2.160.000 |
|
4 |
Rp. 864.000 |
Rp. 8.704.000 |
Rp. 1.296.000 |
|
5 |
Rp. 518.400 |
Rp. 9.222.400 |
Rp. 778.000 |
Metode Unit Produksi ( Unit of Production Method)
Metode unit produksi merupakan cara perhitungan penyusutan yang diambil dari jumlah unit produk yang dihasilkan dalam periode tertentu. Dengan metode ini maka harga perolehan yang disusutkan bila dibagi dengan total estimasi output akan menghasilkan beban yang sama besar untuk setiap unit.
Contoh Kasus
Pada awal Januari 2022 PT ABC membeli satu buah mesin produksi dengan harga sebesar Rp. 25 Juta. Estistimasi nilai reside mesin senilai Rp. 5 Juta yang diharapkan memiliki masa penggunaan selama 20.000 jam operasi. Apabila mesin tersebut beroperasi selama 3000 jam dalam kurun waktu satu tahun maka perhitungan penyusutan dengan metode unit produksi menjadi sebagai berikut.
Penyusutan untuk satu unit jam nya
= Rp. 2.000/jam
Maka penyusutan mesin selama periode tahun 2022
= Rp. 2.000 x 3000 jam
= Rp. 6.000.000
Nah, itulah beberapa metode penyusutan yang biasa digunakan dalam akuntansi.
Sampai jumpa diseri berikutnya ya.
