PENCATATAN PENJUALAN KONSINYASI

Nurmalasari

Hallo, Rekan Akuntamu!

Pernah dengar istilah penjualan konsinyasi? Penjualan konsinyasi adalah ketika sebuah barang dagangan dititipkan ke pihak lain untuk dijual. Contohnya, merek-merek seperti Nevada yang sering kita lihat di Matahari. Nah, Nevada ini sebenarnya menitipkan barangnya ke Matahari agar bisa dijual kepada pelanggan.

 

Istilah Penting dalam Konsinyasi

  1. Consignor : Pihak yang memiliki barang dan menitipkan barangnya
  2. Consignee : Pihak yang menjual barang atas nama consignor.

 

Metode Pencatatan Akuntansi Penjualan Konsinyasi

Dalam akuntansi, pencatatan penjualan konsinyasi memiliki dua metode utama:

  1. Laba terpisahLaba hasil konsinyasi dicatat terpisah dari laba usaha reguler perusahaan.
  2. Laba tidak terpisahLaba hasil konsinyasi digabungkan dengan laba usaha reguler perusahaan.

Pada artikel ini, kita akan fokus pada metode laba terpisah dengan sistem periodik.

 

Tahapan Pencatatan Penjualan Konsinyasi

  1. Consignor mengirim barang ke Conisgnee.
  2. Consignor dan consignee mencatat pengeluaran yang terkait konsinyasi.
  3. Consignee mencatat penjualan barang.
  4. Komisi dicatat untuk Consignee.
  5. Penggantian biaya (Reimbursement) dilakukan.
  6. Pengakuan laba dicatat.
  7. Penutupan akun (Closing Entries)

 

Contoh Kasus: Pencatatan Metode Laba Terpisah (Sistem Periodik)

Nuna, sebagai distributor menitipkan barang dagangan 10 unit kepada UD. Kkong dengan harga Rp 1.000.000/unit dan harga pokok Rp 500.000/unit. Berikut beberapa transaksi dengan konsinyasi:

  1. Pengiriman Barang

Consignor membayar ongkos kirim sebesar Rp 50.000

Consignor

Consignee

Consignment Out

Rp 5.000.000

No Entry

         Merchandise shipment on Consignment

RP 5.000.000

Consignment Out

Rp 50.000

No Entry

         Cas

RP 50.000

 

  1. Uang Muka Penjualan

Consignee memberikan uang muka penjualan sebesar Rp 200.000/unit

Consignor

Consignee

Cash

Rp 2.000.000

Advance Payment to Consignor

Rp 2.000.000

         Advance Payment from Consignee

RP 2.000.000

Cash

RP 2.000.000

 

  1. Biaya Sewa dan Iklan

Consignee mengeluarkan biaya sewa sebesar Rp 100.000 dan biaya iklan Rp 50.000

Consignor

Consignee

No Entry

Rent Expense

Rp 100.000

Advertising Expense

Rp 50.000

Cash

RP 150.000

 

  1. Penjualan Barang

Consignee berhasil menjual 10unit dengan komisi 20%

Consignor

Consignee

No Entry

Cash

Rp 10.000.000

       Consignment in

RP 10.000.000

No Entry

Consignment in

Rp 2.000.000

       Commission on Consignment Sales

RP 2.000.000

 

  1. Pengembalian Hasil Penjualan

Consignee mengembalikan hasil penjualan kepada Consignor

Consignor

Consignee

Cash

Rp 6.000.000

Cosignment In

Rp 8.000.000

Advance payment from consignee

Rp 2.000.000

        Cash

Rp 6.000.000

Consignment Out

Rp 2.000.000

        Advance payment to

        Cosignor

Rp 2.000.000

Consignment Out

Rp 10.000.000

 

 

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang pencatatan penjualan konsinyasi menggunakan metode laba terpisah. Gimana? Sudah ada Gambaran, kan? Penjualan konsinyasi sebenarnya mudah dimengerti asal kita memahami alur dan prosesnya.

Komen di bawah kalau ada topik lain yang kalian ingin Mintan bahas, ya! Stay healthy and have a nice day!

Nurmalasari

Undergraduate of Accounting Business Digital at Lampung State Polytechnic