PENCATATAN PENJUALAN KONSINYASI
Hallo, Rekan Akuntamu!
Pernah dengar istilah penjualan konsinyasi? Penjualan konsinyasi adalah ketika sebuah barang dagangan dititipkan ke pihak lain untuk dijual. Contohnya, merek-merek seperti Nevada yang sering kita lihat di Matahari. Nah, Nevada ini sebenarnya menitipkan barangnya ke Matahari agar bisa dijual kepada pelanggan.
Istilah Penting dalam Konsinyasi
- Consignor : Pihak yang memiliki barang dan menitipkan barangnya
- Consignee : Pihak yang menjual barang atas nama consignor.
Metode Pencatatan Akuntansi Penjualan Konsinyasi
Dalam akuntansi, pencatatan penjualan konsinyasi memiliki dua metode utama:
- Laba terpisah: Laba hasil konsinyasi dicatat terpisah dari laba usaha reguler perusahaan.
- Laba tidak terpisah: Laba hasil konsinyasi digabungkan dengan laba usaha reguler perusahaan.
Pada artikel ini, kita akan fokus pada metode laba terpisah dengan sistem periodik.
Tahapan Pencatatan Penjualan Konsinyasi
- Consignor mengirim barang ke Conisgnee.
- Consignor dan consignee mencatat pengeluaran yang terkait konsinyasi.
- Consignee mencatat penjualan barang.
- Komisi dicatat untuk Consignee.
- Penggantian biaya (Reimbursement) dilakukan.
- Pengakuan laba dicatat.
- Penutupan akun (Closing Entries)
Contoh Kasus: Pencatatan Metode Laba Terpisah (Sistem Periodik)
Nuna, sebagai distributor menitipkan barang dagangan 10 unit kepada UD. Kkong dengan harga Rp 1.000.000/unit dan harga pokok Rp 500.000/unit. Berikut beberapa transaksi dengan konsinyasi:
- Pengiriman Barang
Consignor membayar ongkos kirim sebesar Rp 50.000
|
Consignor |
Consignee |
|
|
Consignment Out |
Rp 5.000.000 |
No Entry |
|
Merchandise shipment on Consignment |
RP 5.000.000 |
|
|
Consignment Out |
Rp 50.000 |
No Entry |
|
Cas |
RP 50.000 |
|
- Uang Muka Penjualan
Consignee memberikan uang muka penjualan sebesar Rp 200.000/unit
|
Consignor |
Consignee |
||
|
Cash |
Rp 2.000.000 |
Advance Payment to Consignor |
Rp 2.000.000 |
|
Advance Payment from Consignee |
RP 2.000.000 |
Cash |
RP 2.000.000 |
- Biaya Sewa dan Iklan
Consignee mengeluarkan biaya sewa sebesar Rp 100.000 dan biaya iklan Rp 50.000
|
Consignor |
Consignee |
|
|
No Entry |
Rent Expense |
Rp 100.000 |
|
Advertising Expense |
Rp 50.000 |
|
|
Cash |
RP 150.000 |
|
- Penjualan Barang
Consignee berhasil menjual 10unit dengan komisi 20%
|
Consignor |
Consignee |
|
|
No Entry |
Cash |
Rp 10.000.000 |
|
Consignment in |
RP 10.000.000 |
|
|
No Entry |
Consignment in |
Rp 2.000.000 |
|
Commission on Consignment Sales |
RP 2.000.000 |
|
- Pengembalian Hasil Penjualan
Consignee mengembalikan hasil penjualan kepada Consignor
|
Consignor |
Consignee |
||
|
Cash |
Rp 6.000.000 |
Cosignment In |
Rp 8.000.000 |
|
Advance payment from consignee |
Rp 2.000.000 |
Cash |
Rp 6.000.000 |
|
Consignment Out |
Rp 2.000.000 |
Advance payment to Cosignor |
Rp 2.000.000 |
|
Consignment Out |
Rp 10.000.000 |
||
Kesimpulan
Itulah penjelasan tentang pencatatan penjualan konsinyasi menggunakan metode laba terpisah. Gimana? Sudah ada Gambaran, kan? Penjualan konsinyasi sebenarnya mudah dimengerti asal kita memahami alur dan prosesnya.
Komen di bawah kalau ada topik lain yang kalian ingin Mintan bahas, ya! Stay healthy and have a nice day!
