Beberapa Tahap Pelaporan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa
Lampung, NewsAkuntanmu – Perusahaan jasa adalah perusahaan yang didirikan seseorang atau sekelompok orang yang kegiatan utamanya bergerak dalam pelayanan jasa atau menjual jasa. Perusahaan jasa dapat berupa perusahaan perorangan, persekutuan ataupun perseroan. Tahap pelaporan merupakan tahapan terakhir dalam siklus akuntansi perusahaan jasa yang meliputi laporan laba rugi laporan perubahan modal, neraca, dan jurnal pembalik.
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah ringkasan pendapatan dan beban suatu perusahaan dalam jangka waktu sebulan atau setahun. Adapun laporan laba rugi dapat dibuat dengan dua cara yaitu single step dan multi step.
Laporan laba rugi single step lebih mudah dibuat karena pendapatan dari beban tidak dipisahkan antara pendapatan beban usaha, dengan pendapatan dan beban diluar usaha. Sehingga akan terlihat dengan jelas laba atau rugi yang benar-benar diperoleh dari kegiatan jasa perusahaan tersebut.
2. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal atau perubahan ekuitas merupakan salah satu dari laporan keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang diikuti.
Laporan perubahan modal dibuat oleh perusahaan jasa agar bisa mengiktisarkan aktiva pembayaran dan investasi serta dana yang dihasilkan selama satu periode akuntansi.
3. Neraca
Neraca atau laporan posisi keuangan adalah suatu bagian keuangan yang menjadi sebuah acuan untuk mengambil tindakan bisnis. Suatu neraca dapat menggambarkan bagaimana posisi keuangan dari perusahaan yang dihasilkan dalam satu periode akuntansi.
Adapun unsur-unsur yang harus ada didalam neraca meliputi aset, kewajiban (liabilitas), dan ekuitas (modal).
4. Jurnal Pembalik
Jurnal pembalik adalah jurnal untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan akun neraca. Jika tidak dibalik akan terjadi akun ganda. Dengan kata lain jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru.
