Akuntanmu: Persediaan dan Metode Pencatatannya

Dede Indriani Saputri

 

Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan /atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan merupakan pusat aktivitas utama dari perusahaan dagang dan manufaktur. Persediaan sangat penting karena berfungsi menggabungkan antara operasi yang berurutan dalam pembuatan suatu barang dan menyampaikannya kepada konsumen. Kesalahan dalam menentukan biaya persediaan bisa menimbulkan kesalahan pada laporan keuangan.

 

Fungsi Persediaan

1. Untuk mempertahankan kelancaran proses produksi.

Jika bahan yang datang dari supplier tidak datang tepat waktu, persediaan dibutuhkan sebagai cadangan yang akan digunakan saat bahan yang dipesan belum tiba.

 

2. Untuk mengantisipasi permintaan pelanggan yang berfluktuasi.

Seperti yang kita ketahui, permintaan pelanggan selalu bersifat musiman. Biasanya musim-musim tertentu seperti pada hari-hari besar, tahun baru, awal kegiatan masuk sekolah, atau peristiwa lainnya akan mendorong permintaan barang menjadi lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Oleh karena itu, persediaan harus disiapkan untuk mengantisipasi hal tersebut dari jauh-jauh hari.

 

3. Untuk memanfaatkan potongan-potongan harga karena adanya pembelian dengan jumlah yang besar. Seringkali dalam waktu tertentu, supplier kelebihan persediaan.

Karena barang yang menumpuk di gudang dan ruangan yang tersedia tidak mencukupi lagi maka seringkali supplier menawarkan potongan harga untuk tiap pembelian barang dengan harga tertentu.

 

4. Untuk menjaga kemungkinan terjadinya kenaikan harga.

Adanya kenaikan harga akibat kondisi yang tidak stabil membuat perusahaan harus mempersiapkan persediaan dalam jumlah banyak untuk mengantisipasi hal seperti itu terjadi.

 

Jenis - Jenis Persediaan

1. Persediaan Barang Mentah

Persediaan bahan mentah merupakan persediaan bahan baku yang digunakan untuk diolah yang nantinya akan diproses menjadi barang jadi. Bahan baku dapat di peroleh dari sumber-sumber alam ataupun dibeli dari supplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan pabrik yang menggunakannya.

 

2. Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process)

Persediaan barang dalam proses merupakan persediaan yang telah melalui proses pertama dan harus melalui proses selanjutnya untuk menjadi persediaan barang jadi.

 

3. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods)

Persediaan barang jadi merupakan persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap dijual kepada pelanggan atau perusahaan lain.

 

4. Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (Supplies)

Persediaan bahan pembantu atau penolong adalah persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, akan tetapi bukan termasuk bagian atau komponen barang jadi.

 

Dalam akuntansi ada dua macam metode pencatatan persediaan yaitu:

1. Metode Pencatatan Persediaan Perpetual (Perpetual Inventory Method)

Metode persediaan perpetual merupakan metode pencatatan atas transaksi persediaan yang dilaksanakan setiap waktu, baik terhadap pemasukan maupun terhadap pengeluaran persediaan. Pencatatan persediaan dilakukan dalam kartu persediaan yang menggambarkan persediaan sebenarnya. Pencatatan atas transaksi dilakukan secara terus-menerus untuk setiap jenis persediaan untuk menjamin keakuratan jumlah persediaan perhitungan fisik persediaan yang biasanya dilakukan setahun sekali.

 

Beberapa karakteristik akuntansi dari metode pencatatan perpetual antara lain:

a. Pencatatan pembelian barang dagang atau pembelian bahan baku untuk produksi didebet ke persediaan bukan pembelian.

b. Biaya transportasi masuk, retur pembelian dan pengurangan harga, serta diskon pembelian didebet ke persediaan, bukan ke akun terpisah.

c. Harga pokok penjualan diakui untuk setiap penjualan dengan mendebet akun harga pokok penjualan, dan mengkreditkan persediaan.

 

Berikut jurnal pencatatan persediaan perpetual.

a. Transaksi Pembelian

1) Secara Tunai : Dr. Persediaan (Inventory)

                                   Cr. Kas (Cash)

2) Secara Kredit : Dr. Persediaan (Inventory)

                                     Cr. Hutang Dagang (Account Payable)

b. Transaksi Retur Pembelian

1) Secara Tunai : Dr. Kas (Cash)

                                     Cr. Penjualan (Sales)

2) Secara Kredit : Dr. Hutang Dagang (Account Payable)

                                    Cr. Penjualan (Sales)

c. Transaksi Penjualan

1) Secara Tunai : Dr. Kas (Cash)

                                  Cr. . Penjualan (Sales)

Dr. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

                                  Cr. Persediaan (Inventory)

2) Secara Kredit : Dr. Piutang Dagang (Account Receivable)

                                    Cr. Penjualan (Sales)

                             Dr. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

                                    Cr. Persediaan (Inventory)

 

2. Metode Pencatatan Persediaan Periodik atau Fisik (Physical Inventory Method/Periodic System)

Metode persediaan periodik merupakan metode pencatatan yang dilakukan dari pembelian saja, sedangkan berkurangnya persediaan karena adanya pemakian tidak dicatat dalam kartu persediaan.

Sistem periodik menyesuaikan saldo persediaan hanya pada akhir periode akuntansi dengan menghitunng, menimbang, atau mengukur unsurunsur persediaan yang ada di gudang. Kelemahannya dari sistem periodik ini adalah perusahaan tidak dapat mengetahui besarnya persediaan yang ada pada suatu saat tertentu dan tidak dapat mengetahui harga pokok barang yang dijual untuk setiap transaksi penjualan yang terjadi.

 

Berikut jurnal pencatatan persediaan menurut sistem periodik

a. Transaksi Pembelian

1) Secara Tunai : Dr. Persediaan (Inventory)

                                   Cr. Kas (Cash)

2) Secara Kredit : Dr. Pembelian (Purchases)

                                    Cr. Hutang Dagang (Account Payable)

b. Transaksi Retur Pembelian

1) Secara Tunai : Dr. Kas (Cash)

                                     Cr. Retur Pembelian (Purchases Return)

2) Secara Kredit : Dr. Hutang Dagang (Account Payable)

                                    Cr. Retur Pembelian (Purchases Return)

c. Transaksi Penjualan

1) Secara Tunai : Dr. Kas (Cash)

                                 Cr. Penjualan (Sales)

2) Secara Kredit : Dr. Piutang Dagang (Account Receivable)

                                    Cr. Penjualan (Sales)

                              Dr. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

                                    Cr. Persediaan (Inventory)

                                    Cr. Penjualan (Sales)

 

Metode Biaya Persediaan

1. Metode FIFO (First In First Out)

First In First Out (FIFO) artinya masuk pertama keluar pertama.  Oleh karena itu, metode ini mengasumsikan bahwa persediaan barang yang pertama kali masuk ke gudang maka akan dijual terlebih dahulu sehingga harga perolehan barang yang dibeli pertama akan dibebankan lebih dulu sebagai harga pokok penjualan. Kelebihan metode First In First Out (FIFO) yaitu persediaan akhir di neraca akan mendekati biaya pengganti dan laba yang dihasilkan menggambarkan arus fisik persediaan. Kelemahan metode First In First Out (FIFO) ini yaitu pendapatan yang berjalan tidak dibandingkan dengan biaya berjalan pada laporan laba rugi dan bisa mengarah pada aturan laba kotor dan laba bersih sehingga timbul tambahan laba yang berasal dari perubahan harga yang disebut dengan inflation profit. Persediaan barang dagang akhir akan dinilai dengan persediaan barang yang masuk terakhir. Metode FIFO ini sangan baik diterapkan kepada perusahaan yang mempunyai persediaan yang memiliki masa kadaluarsa, seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan sebagainya.

 

2. Metode Rata-Rata (Average)

Metode Rata-Rata (Average) mengasumsikan bahwa barang dijual tanpa memperhatikan urutan pembeliannya dan harga tersebut dipakai untuk menghitung harga pokok penjualan serta persediaan akhir. Dalam metode average, biaya persediaan barang adalah harga pokok rata-rata barang yang ada di perusahaan pada awal periode ditambah semua barang yang dibeli selama periode tersebut. Biaya rata-rata dihitung dengan membagi total harga pokok barang yang tersedia untuk dijual dengan jumlah unit yang tersedia untuk dijual.  Metode ini memberikan cost yang sama sehingga dianggap paling cocok diterapkan untuk persediaan yang fungsinya sama.

 

3. Metode Identifikasi Khusus

Metode ini memerlukan pengidentifikasian setiap barang ada dalam persediaan dan setiap barang yang terjual. Harga pkok dari setiap barang yang terjual dimasukkan dalam harga pokok penjualan, sedangkan harga pokok barang yang ada ditangan dimasukkan ke dalam persediaan.  Metode ini dapat digunakan hanya saat jumlah barang relatif kecil, harganya mahal dan mudah dibedakan.

 

4. Metode LIFO (Last In First Out)

Last In First Out (LIFO) artinya terakhir masuk keluar pertama.  Oleh karena itu, metode ini mengasumsikan bahwa persediaan barang yang terakhir kali masuk ke gudang akan dijual terlebih dahulu.Metode LIFO menilai persediaan dengan harga yang terdahulu dan menilai harga pokok penjualan dengan harga pembelian barang yang terakhir.

 

 

 

Dede Indriani Saputri

Staf Konsultan
Konsultan Bisnis Grup (K-BIG)
Pendidikan:
S1 UIN Raden Intan Lampung