Akuntanmu: Mengenal Akuntansi Biaya
Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengomunikasikan kejadian ekonomi suatu perusahaan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi.
Ada bermacam-macam jenis fokus dalam akuntansi, yakni:
- Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
- Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
- Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
- Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
- Akuntansi Perpajakan
- Akuntansi Pemerintahan
- Akuntansi Perbankan
- Akuntansi Syariah
- Sistem Informasi Akuntansi.
Nah, kali ini saya ingin sharing tentang Akuntansi Biaya (Cost Accounting). Yuk disimak!
Akuntansi Biaya adalah suatu sistem informasi dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan dan non-keuangan terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya alam suatu perusahaan. Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang dibutuhkan untuk akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Akuntansi biaya menghasilkan informasi biaya yang dibutuhkan manajemen sebagai alat untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dalam perusahaan.
Dalam akuntansi, cost atau biaya merupakan kas atau setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diperkirakan akan membawa manfaat saat ini atau dimasa yang akan datang. Objek biaya adalah setiap item seperti produk, pelanggan, departemen, proyek, aktifitas dan lainnya dimana biaya diukur dan dibebankan.
Tujuan Akuntansi Biaya
- Penentuan biaya produk, jasa atau objek biaya lainnya
- Perencanaan, pengendalian, evaluasi kinerja
- Pengambilan keputusan secara khusus
Fungsi Akuntansi Biaya
- Menentukan cost atau harga pokok barang
- Sebagai informasi dasar perencanaan biaya serta beban
- Sebagai pengendalian anggaran
Klasifikasi Biaya
1. Klasifikasi Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan
a. Biaya Produksi (Manufacturing) adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Biaya produksi terdiri dari:
- biaya bahan baku, yaitu merupakan bagian integral dari produk jadi
- biaya tenaga kerja langsung, yaitu upah untuk tenaga kerja langsung untuk keperluan komponen dari produk jadi
- biaya overhead pabrik (BOP), yaitu segala bahan dan upah tidak langsung, serta biaya produksi yang tidak secara langsung dapat dibebankan pada satuan, pekerjaan, atau produk tertentu
b. Biaya Pemasaran (Marketing) adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk atau jasa biasanya dalam rangka mendapatkan dan memenuhi pesan.
c. Biaya Adminstrasi adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengarahkan, mengendalikan untuk mengoperasikan perusahaan dan menetapkan kebijakan.
2. Klasifikasi Berdasarkan Perubahan Volume Aktifitas
- Biaya Tetap (Fixed Cost), yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu.
- Biaya Variabel (Variabel Cost), yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
- Biaya Semi Variabel, yaitu biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel.
3. Klasifikasi Berdasarkan Hubungan Biaya Dengan Sesuatu Yang Dibiayai
- Biaya Langsung (Direct Cost), yaitu biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi. Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
- Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost), yaitu biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produksi disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead costs)
4. Klasifikasi Berdasarkan Objek Pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya objek pengeluaran bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut ‘biaya bahan bakar’.
5. Klasifikasi Berdasarkan Jangka Waktu Manfaatnya
- Pengeluaran Modal (Capital Expenditures), yaitu biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai kos aktiva, dan dibebankan dalam 11 tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan secara didepresiasi, diamortisasi, atau dideplesi.
- Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditures), yaitu biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.
